Minggu, 04 Oktober 2015

MEET UP WITH FRIEND'S PARE


Hallo guys !!! gimana nih kabarnya ?? udah seminggu saya nggak ngeposting pasti kalian pada kangen wkwkwk.....................

Dalam kesempatan kali ini, saya akan berbagi sedikit cerita. Pada hari senin,tepatnya tanggal 28 September 2015, ketika saya masih ada kelas Training tiba-tiba layar handphone saya menyala, tanpa basa-basi saya langsung usap layarnya dan itu bbm dari teman, setelah saya baca saya langsung tertarik dengan arah pembicaraannya, kita membicarakan tentang the first our meet up dan itu membuat saya semakin senang yahh walaupun itu mendadak banget sih...but, it does'nt matter, karena ini baru pertama kalinya saya dan teman-teman pare berkumpul setelah 7 bulan lamanya kami berpisah, walaupun hanya beberapa anak yang datang dikarenakan yang lain masih belum diketahui keberadaannya. 

Dalam pertemuan awal kami, kami merencanakan untuk pergi ke Malioboro atau biasa anak alay zaman sekarang menyebutnya malbor. tepat pukul 20.00 WIB kami semua sudah kumpul dan yang ikut hanya baru 4 anak. Tak lama kemudian kami langsung bergegas menelusuri tiap jalanan di Malioboro, Dalam perjalanan itu, kami semua berbagi pengalaman selama kami berpisah. Perlu kalian ketahui dulu waktu di pare, kami agak canggung satu sama lain tiap kali kumpul bareng entah itu kumpul makan-makan, wisata atau yang lain. Dan pada malam itu, suasananya sangat beda sekali dibanding zaman dulu di pare, Ada yang sharing tentang kuliahnya, ada juga yang sahring tentang kerjaannya, setelah sekian lama berjalan akhirnya kami pun memutuskan untuk melihat suatu pertunjukkan yang ada di pinggir jalan, selang beberapa menit kami berjalan lagi untuk mencari obyek yang bagus buat selfie, yahh biasa lah anak muda wkwkwk..

Akhirnya kami pun mendapatkan background yang lumayan bagus nan terang, setelah berjalan dari 0 Km sampai Jl. Pasar Kembang, pada waktu di Pasar Kembang sempat ada salah satu dari teman kami ingin tahu tentang daerah yang biasa disebut SARKEM, kami pun menjelaskan kepada dia bahwa itu merupakan sebuah tempat pondokan yang dimana tempatnya paling ramai kalau di malam hari, dia pun antusias banget dengerinnya saking polosnya dia, kita pun tak kuasa menahan ketawa melihat dia entah dia terlalu polos atau emang keb****n (sensor read ). Setelah berselfie-selfie ria, kami pun balik lagi ke tempat asal kami dilahirkan eh kumpul maksutnya dan pada pukul 22.00 WIB selanjutnya dilakukan perjalanan mencari sesuap nasi untuk mengganjal perut yang sudah mulai demo. Dan pencarian sesuap nasi itu ternyata berada di dekat Taman Siswa, ternyata ada salah satu teman kami yang berpengalaman kalau masalah madang ( makan ), di tempat itu ternyata masih banyak pemuda dan pemudi yang sedang bertaburan, akhirnya mau tak mau kita pun duduk dengan mencari tempat yang khusyu' agar tidak tergoda. Setelah nunggu kurang lebih 7 menit hidangan Nasgor pun datang, sesegera mungkin kami menyantapnya. ( keliatan kelaparan banget sumpahh )hehehe..

Pokoknya malam itu merupakan malam yang kerlap-kerlip menghiasi hari-hari saya yang lagi mendung dengan banyaknya tugas yang menggunung ( alay sedikit nggak banyak" amat gpp lah ), malam yang mengesankan dan mengharu-biru. Indeed, the great friends are hard to find, hard to leave, and difficult to forget. Sekian dulu ya Brosist !!!.. This is my story, where's your story ?

Minggu, 27 September 2015


 Nama saya adalah Muhammad Ja'far Shodiq. Anak-anak biasanya manggil japhar, ada juga yang shodiq. Apapun nama panggilannya itu tak masalah bagi saya karena disetiap panggilan itu do'a tapi dalam artian panggilan yang hasanah. Saya mempunyai 6 saudara 2 kakak dan 3 Adik. Banyak yang bilang saya mirip adik saya yang terakhir bahkan ada juga yang bilang mirip sama kakek dari ibu.

Dalam keseharian saya saat sebelum jadi mahasiswa, saya biasanya malas-malasan dalam bekerja malah ironisnya lebih suka bikin orangtua jengkel. Selepas dari itu, saya pun menyadari setelah sekian lama melalang buana bahwa peran orangtua itu sangatlah penting bagi kehidupan seorang anak. Saya aslinya anaknya penurut, suka menolong dan membantu sesama umat manusia. Saya juga punya keunikan yang orang lain pun tak punya, terkadang telinga, tangan, hidung, mata bergerak sendiri. Saya tidak tahu apa penyebab keunikan itu, saya baru sadar ketika saya menginjak kelas 3 Tsanawiyah. Bahkan tak sedikit orang yang bilang bahwa saya seperti orang kena asma.

Hobi saya kalau disebutin satu persatu nggak bakal ada habisnya, kalau yang spesifik, saya hobi banget sama yang namanya travelling/touring, adventure dan reading book. Tapi sampai saat ini hobi saya belum ada yang terealisasikan seutuhnya khususnya adventure, dan travelling. Dan itu disebabkan karena faktor uang dan waktu. Pernah ada suatu tawaran adventure saya tolak karena my money is limited. Tidak mungkin saya dengan mudahnya menghabiskan uang tapi yang di rumah mencari uang dengan sangat tidak mudah.Walaupun toh itu mengakibatkan tidak terealisasikannya hobiku. Dan saya berharap masih  bisa melaksanakan hobi-hobi saya dalam waktu dekat ini.